Tag Archives: pasar

Berita Daerah Madyopuro – Pasar Madyopuro Diusulkan Jadi Terminal Agrobis

MALANG – Perkembangan Kota Malang yang semakin pesat terutama kawasan timur membuat sejumlah anggota DPRD Kota Malang mengusulkan Pasar Madyopuro menjadi terminal atau pasar agrobis. Perkembangan itu melihat semakin dekatnya realisasi tol Pandaan-Malang serta pembangunan Pasar Blimbing.
‘’Pasar Madyopuro satu-satunya pasar yang paling strategis dan berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Malang. Kami ingin pasar tersebut menjadi pasar induk II setelah Gadang,’’ ungkap Lookh Makhfudz, anggota Komisi B DPRD Kota Malang.
Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Malang itu menjelaskan, pasar tersebut bisa menjadi sentra sayur dan buah-buahan, layaknya Pasar Mantung, Pujon Kabupaten Malang. Hal itu bisa diwujudkan dengan merelokasi Terminal Madyopuro, serta memanfaatkan lapangan ikut menjadi bagian pasar.
Apalagi Terminal Madyopuro, dinilainya tidak representatif lagi, karena dari terminal ini, untuk menuju sekolah-sekolah di kawasan Cemorokandang, masih cukup jauh. Padahal ada beberapa lembaga pendidikan, seperti MTSN Malang II, SMK IX dan X. Siswa tetap membutuhkan angkutan lagi ketika turun dari angkot di Terminal Madyopuro.
Terminal ini, lanjutnya, jika dipindah ke daerah Cemorokandang, akan sangat tepat. Karena para pelajar dari lembaga pendidikan ini tidak lagi membutuhkan kendaraan tambahan untuk sampai ke sekolahnya. Di Cemorokandang masih banyak lahan yang memadai untuk terminal.
Ketika tol Malang – Pandaan terwujud, terminal ini akan semakin besar tumbuh. Sedangkan Pasar Madyopuro juga berpotensi menjadi pasar induk kedua setelah Pasar Gadang.
‘’Selama ini, operasional pasar berlangsung mulai pagi hingga malam hari. Untuk mengubah menjadi Pasar Agrobis sangat mudah, karena lokasinya yang luas. Jika pasar dijadikan satu dengan terminal dan lapangan, lahan semuanya menjadi dua hektar,’’ katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Malang, Priyatmoko Oetomo mengatakan, pemikiran tersebut sebenarnya sangat baik, namun belum bisa dilakukan tahun ini, tetapi bisa dilakukan tahun-tahun depan. Masalahnya, APBD sudah disahkan dan tidak mungkin ada pembiayaan lagi.
‘’Kita juga harus melihat dulu rencana tata ruang wilayah (RTRW)-nya. Kalau melihat RTRW, kawasan itu bukan menjadi pasar induk seperti usulan,’’ katanya

Iklan

Perumahan Malang Anggun Sejahtera Lawang – 2011

Perumahan Malang Anggun Sejahtera

Perumahan Malang Anggun Sejahtera

Perumahan Malang Anggun Sejahtera terletak di Lawang, Malang. Jarak bisa ditempuh dari batas utara kota Malang ke arah Surabaya sekitar 10 hingga 15 menit bila lancar. Terletak di permulaan jalan layang Lawang sisi sebelah utara, dimana dari arah utara maka belok kiri, dan bila dari arah Malang tentunya belok kanan, konsekuensinya adalah menyeberang jalan yang lumayan agak tinggi intensitasnya. Namun dari Malang dari sekitar depan Hotel Niagara Lawang yang terkenal itu, terdapat jalan alternatif yaitu dibawah jalan layang dengan situasi jalan yang saat ini cukup lengang dan merupakan jalan tembusan kampung dan jalan belokan kembali ke arah Malang, hanya bisa dicapai melalui sepeda motor karena ada sedikit menyelinap di arus dari arah Surabaya.

Perumahan Malang Anggun Sejahtera

Perumahan Malang Anggun Sejahtera

Perumahan ini melewati rumah sakit besar di Lawang yang sekarang sudah banyak dibuat poliklinik utk masyarakat sekitar, terutama karena terdapat rumah sakit jiwa didaerah tersebut. Namun hal itu tidak menjadi masalah karena akses menuju lokasi cukup baik, sementara ini masih didominasi kehijauan lingkungan alam Lawang.
Dekat dengan lokasi kebun teh Lawang yang terkenal, dimana bisa dibeli teh murni kualitas tinggi langsung dari sumbernya. Perumahan ini juga dekat sekali dengan pasar Lawang, jadi tidak usah kuatir dengan mencari bahan makanan dan kebutuhan sehari-hari.

Perumahan Malang Anggun Sejahtera

Perumahan Malang Anggun Sejahtera

Ditawarkan dengan harga cukup murah dan terjangkau, yaitu mulai dari Tipe Cemara Rp 50 juta rupiah untuk tipe 36 (DP 9 juta)Tipe Mahoni Rp 55 juta rupiah untuk tipe 36 (DP 17 juta)Tipe Cendana Rp 85 juta rupiah untuk tipe 55 (DP 44 juta)Tipe Orchid Rp 100 juta rupiah untuk tipe 70 (DP 56 juta)