Berita Arjosari: Terminal Arjosari direnovasi dengan gaya ArtDeco dan lalu lintas lebih baik

MALANG – Moderenisasi Terminal Arjosari memiliki tiga tujuan sekaligus. Yakni mengurangi beban lalu lintas di tengah kota, menambah identitas kota dan memanjakan publik pengguna jasa terminal. Karena itu dipastikan, wajah baru terminal bertipe A itu lebih bagus dari Terminal Bungurasih.
Pembahasan konsep desain baru Terminal Arjosari sejak November 2010 lalu melibatkan sejumlah pakar Universitas Brawijaya (UB). Yakni pakar transportasi dan lalu lintas, Ir Achmad Wicaksono MEng PhD dan pemerhati arsitektur, Ir AM Nugroho MT.
Nugroho menjelaskan, konsep pembangunan terminal yang disarankannya saat pembahasan dan pemaparan di Kementerian Perhubungan yakni ramah lingkungan, manusiwai dan identitas Kota Malang. Tiga konsep tersebut dihadirkan dalam tiga zona bangunan secara merata.
Zona pertama mencakup bangunan utama terminal seperti tempat penjualan tiket, tempat kedatangan dan keberangkatan. Desain bangunan utama yang dipilih yakni paduan desain artdeco atau bangunan bergaya hindis dan moderen.
‘’Karena di Malang masih terdapat banyak bangunan peninggalan Belanda seperti di Kayutangan. Nah konsep desain ini yang dipakai sebagai salah satu identitas kota,’’ jelas Agung, sapaan akrab AM Nugroho.
Di zona kedua, lanjutnya, merupakan kawasan kedatangan dan pemberangkatan bus hingga tempat antre. Sedangkan zona ketiga yakni terminal angkutan kota yang dilengkapi dengan fasilitas penunjang berupa mall dan hotel.
Agar lebih memanusiakan pengguna terminal, di desain jarak akses penumpang dengan bus tak jauh. Selain itu menghilangkan persinggungan langsung antara penumpang dengan bus.
Salah satu contohnya, penumpang yang turun dari bus akan naik ke lantai dua yang dilengkapi jembatan penghubung. Dari atas jembatan penghubung, penumpang bisa leluasa melihat jenis angkutan yang akan ditumpangi untuk melanjutkan perjalanan.
Dari lantai dua ini, penumpang langsung turun ke lantai satu dan mengakses angkutan yang dituju. Selain itu desain ruangan juga memberi kenyamanan kepada penumpang dan kru bus.
Sedangkan konsep bangunan berdesain ramah lingkungan, akan diperbanyak tanaman dan pedesetrian. Bahkan terdapat taman diatas atap. Tujuannya penumpang lebih menikmati kesejukan di area terminal.
Bangunan utama terminal juga didesain hemat energi. Karena itu, bangunan utama dibangun membujur di sisi barat-timur untuk memudahkan masuknya sinar matahari. ‘’Dengan demikian bisa menghemat listrik,’’ jelasnya.
Secara terpisah, pakar transportasi dan lalu lintas UB, Ir Achmad Wicaksono MEng PhD menjelaskan, saat pembahasan desain, moderenisasi Terminal Arjosari juga untuk mengurangi kepadatan arus lalu lintas di tengah kota.
Sony-sapaan akrab Achmad Wicaksono, mencontohkan kehadiran mall bisa membuat warga di kawasan utara seperti, Singosari, Lawang dan sekitarnya tidak harus ke mall di tengah kota. Saat turun dari angkutan kota, bisa langsung mengakses mall.
Tidak hanya itu saja, dengan adanya mall, maka penumpang lebih betah di terminal. ‘’Dengan cara seperti ini, penumpang akan memilih naik dan turun angkutan di terminal ketimbang menunggu angkutan di luar terminal,’’ jelas alumnus The University Of Tokyo ini.
Secara umum, menurut mantan Ketua Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik UB ini, terminal juga didesain nyaman, bersih dan indah. ‘’Sehingga terminal menjadi lebih menarik,’’ ucapnya.
Sementara itu, Wali Kota Malang, Peni Suparto menjelaskan, Terminal Arjosari memang didesain menjadi terminal yang nyaman dan menyenangkan. Karena itulah dilengkapi mall, pusat grosir, hotel dan penginapan kru. Selain itu juga dilengkapi pusat oleh-oleh dan taman.
‘’Ini untuk menjawab perkembangan masyarakat yang menghendaki perkembangan prima. Karena itulah Terminal Arjosari dibuat lebih bagus, nyaman dan menarik,’’ ucapnya sembari mengatakan, wajah baru Terminal Arjosari akan jauh lebih bagus dari Terminal Bungurasih. (van/avi)

Sumber: Malang Post

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s