Berita Kepanjen: Jalibar Kepanjen Malang Sudah Bisa Dilalui, Target 2013 Selesai

MALANG- Jalur Lingkar Barat (Jalibar) Kota Kepanjen ditargetkan selesai secara menyeluruh pada tahun 2013 mendatang. Tahun 2011 ini, proyek tersebut diguyur anggaran Rp 13 miliar atau naik Rp 500 juta dari perencanaan awal Rp 12,5 miliar. Pekerjaan yang perlu dituntaskan tahun ini adalah membuat dua lajur jalan guna menembus jalur Malang-Blitar.
Saat ini pengerjaan jalibar masih mencapai 75 persen, meskipun telah menghubungkan Kota Kepanjen dan Kecamatan Ngajum. Jalibar yang berspesifikasi aspal hotmix itu, sudah bisa dilalui kendaraan baik dari arah Desa Mojosari Kepanjen menembus Desa Ngasem Kecamatan Ngajum.
Namun dua lajur jalan hanya terbentang dari Desa Mojosari hingga jembatan Metro, sedangkan dari arah Ngasem menuju Jembatan Metro masih satu jalur saja. Lebar total Jalibar itu mencapai 26 meter dibagi menjadi dua lajur yang masing-masing lajur memiliki lebar sekitar tujuh meter.
Kepala Dinas Bina Marga Pemkab Malang Muhammad Anwar mengatakan, pada tahun 2011 ini pengerjaan difokuskan menggarap sisa lajur dari jembatan Metro menuju Desa Ngasem. Bila berjalan sesuai rencana maka dengan anggaran Rp 13 miliar, pada tahun 2012 Jalibar sudah memiliki dua jalur mulai dari Desa Mojosari Kepanjen hingga Desa Ngasem Kecamatan Ngajum. “Kemungkinan baru bisa selesai secara total pada tahun 2013 mendatang, karena tahun 2012 kita masih memiliki pekerjaan membangun pelengkap jalan,” jelasnya.
Pelengkap jalan yang dimaksud Anwar adalah pembangunan fasilitas pendukung jalur tersebu, yakni trotoar yang panjangnya sama dengan panjang jalibar serta lampu penerangan jalan umum (PJU). Jalibar memiliki panjang total sekitar 4,85 km sehingga bila memakai hitungan dua lajur maka panjang jalan mencapai sekitar 10 km. “Saat ini sudah bisa dilalui, namun tentu saja rawan pada malam hari karena kondisinya sepi dan gelap,” imbuhnya.
Pantauan Malang Post, Jalibar sudah mulai dimanfaatkan pengguna jalan baik dari arah Mojosari maupun Ngasem. Agar pengguna jalan bersikap waspada, Polsek Ngajum memasang spanduk peringatan pada ujung Jalibar di Desa Ngasem. Hal itu dimaksudkan agar pengguna jalan mewaspadai aksi kriminalitas yang bisa terjadi di jalur itu.
Proyek Jalibar tersebut pertama dikerjakan pada tahun 2008 dengan plot anggara oleh Pemkab Malang sejumlah Rp 13 miliar. Dana tahun 2008 itu digunakan untuk membangun empat jembatan yang membelah Sungai Metro. Pada tahun kedua, proyek multiyears Pemkab Malang itu mendapat kucuran Rp 16 miliar yang dipakai untuk pengaspalan dan bangunan atas jembatan.
Sedangkan tahap ketiga pada tahun 2010 jalibar digerojok Rp 20 miliar untuk finishing mulai pengaspalan lajur jalan. Pada tahap keempat tahun 2011, proyek itu mendapat guyuran dana Rp 13 miliar. Saat ini lahan yang belum tergarap mencapai 800 meter sebagai akses tembus menuju pintu masuk Jalibar Kepanjen di utara Rumah Makan Ontario atau menembus jalur Malang-Kepanjen-Blitar.

from:malangpost

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s