Tag Archives: hotel

Rencana Hotel Harris di Riverside Malang

hotel harris malang

hotel harris malang

Rencana Hotel Ijen Nirwana

Ini adalah gambar rencana hotel Ijen Nirwana. Tapi belum pasti akan dibangun seperti ini.

ijen nirwana hotel

ijen nirwana hotel

Hotel Harris akan dibangun di Kawasan Perumahan Riverside Malang

Hotel Harris Riverside Malang

Hotel Harris Riverside Malang

Tauzia Hotel Management makin mengukuhkan diri sebagai pengelola hotel di Indonesia. Dengan brand Harris Hotel dan kini Pop Harris, Tauzia siap berkompetisi dengan perusahaan pengelola hotel seperti Accor, Aston ataupun Santika. Hal ini dikatakan Presiden Direktur Tauzia Hotel Management, Marc Steinmeyer di JW Marriott Hotel Surabaya, kemarin saat signing agreement pembangunan Harris Hotel di kawasan perumahan RiverSide Malang.
“Konsep Harris Hotel Malang mengedepankan konsep hijau seperti halnya RiverSide. Nantinya, bangunan dengan tinggi enam lantai itu, melebar layaknya hotel resort. Dengan rincian 5 bangunan (3 bangunan hotel, 1 bangunan lobby dan 1 bangunan ballroom), bukan meninggi seperti layaknya hotel lain di Malang,” tuturnya.
Pemilihan Harris Hotel untuk partner di antara beberapa operator hotel lainnya, karena nilai dasar yang serupa dengan RiverSide yang simpel, unik dan friendly. “Harris Hotel memiliki segudang pengalaman di bidang perhotelan yang selama ini memang dikenal sebagai operator hotel dengan efektifitas yang sangat tinggi dan customer atau partner oriented,” kata Marc Steinmeyer bangga.  Sementara itu, PT. Tri Mitralumba, pengembang RiverSide mengaku Kota Malang tetap menarik bagi investor untuk membangun hotel.
“Dibantu Provest sebagai Property Management Consultant dan kebutuhan kamar hotel di Malang yang tinggi, ditambah supply kamar hotel, Harris Hotel Malang bisa diterima dan mampu bersaing,” ungkap Direktur Utama PT. Tri Mitralumba, Widjanarko Onggowarsito. Nilai investasinya, lanjutnya mencapai Rp 100 miliar. “Harris Hotel yang dibangun di kawasan RiverSide dengan konsep
resort, menjadikan The First Resort Hotel in Malang. Selama ini RiverSide sudah dikenal sebagai perumahan yang hijau,” terang dia.
Menurutnya, banyak wisatawan lokal dan mancanegara menghabiskan akhir pekan di Malang menjadikan penuh saat liburan. Dari sana, Provest dan RiverSide berasumsi bahwa Malang memiliki kelebihan demand dan kekurangan supply untuk menampung para wisatawan-wisatawan tersebut. Ditambahkan dia, sebagian dari proyek ini akan dijual kepada publik, dalam bentuk kondotel. Ini dilakukan  untuk membantu proyek tersebut secara finansial. “Masyarakat umum bisa dapat ikut andil dalam kepemilikan dan perkembangan hotel ini secara keseluruhan,” ujar Widjanarko. Buyer yang telah membeli kondotel nantinya akan mendapatkan sertifikat strata title tersebut dan dapat diperjualbelikan kembali di secondary market layaknya sertifikat biasa.
“Setelah pembelian, buyer tersebut wajib menandatangani surat perjanjian yang isinya menyebutkan akan memberikan hak mengelola kepada developer. Hotel akan dikelola secara professional oleh pihak Tauzia (Harris), dan pembeli akan mendapatkan keuntungan yang dijamin 8 persen untuk 2 tahun pertama, selain itu kita juga memberikan free stay 21 hari setiap tahunnya untuk menginap di ‘Harris Hotel Malang’,” pungkas dia. Untuk kepemilikan itu investor membuka harga kondotel mulai  Rp 715 jutaan untuk Harris Room dan Rp 1,085 miliar  untuk Harris Sky Room.

 

sumber: Malang Post

Hotel Solaris Singosari, Malang

MALANG: Grup Tanrise siap operasikan Hotel Solaris yang dibangun dengan dana sedikitnya Rp25 miliar di Kabupaten Malang.

Hotel Solaris Malang

Hotel Solaris Malang

Dendy Andrianto, Sales & Marketing Manager Hotel Solaris, mengatakan hotel bintang tiga dengan kapasitas 100 kamar tersebut siap beroperasi pada pertengahan April 2011. “Beberapa pekan terakhir ini hotel tersebut sudah soft launching, sesuai jadwal pada pertengahan April ini akan grand launching,” kata Dendi kepada Bisnis di kantornya, siang ini.
Dia menyebutkan hotel Solaris yang berlokasi dekat pertigaan kawasan Karanglo, Malang itu merupakan proyek hotel pertama Grup Tanrise di Malang. Sebelumnya kelompok usaha lain yang sudah berjalan adalah Depo Bangunan yang lokasinya relative berimpit dengan hotal Solaris.
Proyek hotel kedua di Blimbing, Kota Malang, yakni hotel bertaraf bintang empat yang rencananya akan dibangun pada 2012,” katanya.
Menurut Dendy properti tersebut akan membidik kalangan dunia usaha atau pebisnis. Target market ini, lanjut dia, sesuai dengan keberadaan hotel yang dekat dengan komplek industri yang berkembang di kawasan Malang utara.
“Tapi kami juga tetap akan mengakomodasi tamu dari kelompok keluarga yang berlibur ke Malang dan sekitarnya, apalagi lokasi hotel relatif dekat dengan Bandar Udara Abd. Saleh.”
Sebelumnya, Bupati Malang Rendra Kresna menyambut positif berdirinya hotel Solaris yang merupakan hotel bintang tiga pertama di wilayah Kabupaten Malang. Sejak Pemkot Batu pisah dari Kab. Malang hotel yang banyak beroperasi di Kabupatan Malang kebanyakan hotel kelas melati.
“Keberadaan hotel berbintang di Kabupaten Malang akan dapat mendukung program pengembangan pariwisata yang kini fokus ke wisata agro dan infrastruktur merupakan bagian penting dalam menunjang kepariwisataan daerah,” ujarnya.
Dendy menyebutkan selain dua hotel, Grup Tanrise juga tengah membangun tiga hotel bintang lain di tiga kota, masing-masing Surabaya Gubeng, Kuta Bali dan Bandung.“Yang di Surabaya sudah mulai jalan, sedang dua yang lain sedang dalam tahap persiapan.”(dw

sumber : www.bisnis-jatim.com

Berita MOG: Pembangunan Hotel MOG dipastikan tahun ini selesai?

Sabtu, 15 Januari 2011 13:40

MALANG- Investor pembangunan Mall Olympic Garden (MOG) memastikan pembangunan hotel di kompleks MOG yang sudah molor sejak dua tahun lalu tuntas dalam tahun ini. Janji investor itu pun ditunggu Komisi B DPRD Kota Malang. Direktur Utama PT. Mustika Taman Olympic (MTO), Iskandar Rubianto yang ditemui kemarin memastikan pembangunan hotel dalam kompleks MOG dipastikan tuntas dalam tahun ini karena sudah menyelesaikan berbagai persoalan.
“Sebelumnya memang ada masalah administrasi. Masalahnya panjang saya tidak bisa jelaskan disini. Tapi sudah selesai sejak Desember 2010 dan kami segera menyelesaikan pembangunan,” jelas Iskandar ditemui di MOG, kemarin siang. Dia membantah bahwa pembangunan hotel mangkrak. “Bukan mangkrak. Pembangunannya saja yang berjalan lambat. Tapi segera dipercepat karena dalam tahun ini juga sudah harus selesai,” lanjutnya.
Investor asal Jakarta ini bahkan memastikan sejumlah kesiapan terkait beroperasinya hotel dalam MOG. Diantaranya jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan untuk operasional hotel sekitar 200 orang. “Kalau nama hotel masih dibicarakan diinternal kami. Yang pasti, hotelnya berbintang empat,” kata Iskandar.
Lalu bagaimana kekuatan konstruksi beton bangunan setelah sempat menganggur dua tahun? Iskandar memastikan konstruksi bangunan masih sangat kokoh. Apalagi didesain untuk bangunan hotel dengan daya guna sangat lama. Secara terpisah, anggota Komisi B DPRD Kota Malang, Ya’qud Ananda Gudban SS, SST,Par, MM mengingatkan agar investor jangan hanya sekadar memberi janji. Namun harus dibuktikan.
“Harusnya terwujud sesuai dengan MOU. Tapi kalau tahun ini mau dituntaskan tentu kami sangat apresiasi. Namun kami pun berharap ini bukan hanya lip service saja. Buktikan dengan mewujudkan,” tandas Nanda, sapaan akrabnya.
Sekretaris Komisi B, Bambang Triyoso mengingatkan, investor masih sedang terikat kerjasama dengan pemkot. Karena itu, investor pun harus memenuhi kewajibannya menyelesaikan pembangunan hotel.
Dia mengingatkan, hotel memang milik investor diawal masa kerjasama berlangsung. Tapi dia mengingatkan, pembangunan hotel harus segera diselesaikan karena berdampak pada banyak hal. Diantaranya masalah keindahan kota. “Kalau dibiarkan terus tentu berdampak pada keindahan kota. Lihat saja kondisi bangunan konstrusi yang menjulang tapi belum terbangun sampai tuntas,” kata dia. (van/mar)

Taken from : malang-post.com